<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6563904829020102039</id><updated>2011-04-21T13:22:46.210-07:00</updated><title type='text'>AHLIL BAIT</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tsalitsaziz.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6563904829020102039/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tsalitsaziz.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>unsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17715761753214295489</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nA70dzJU18/SSDrd91CWmI/AAAAAAAAAAg/uS100YQRuwk/S220/P1014448.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6563904829020102039.post-4627763832289753266</id><published>2008-11-16T20:37:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T20:41:54.233-08:00</updated><title type='text'>RUMAHKU TEMPAT SUJUDKU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1nA70dzJU18/SSD17JzhyOI/AAAAAAAAABI/gla9FxNGqU4/s1600-h/29062008099.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 189px; height: 136px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1nA70dzJU18/SSD17JzhyOI/AAAAAAAAABI/gla9FxNGqU4/s320/29062008099.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269481960616610018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rumahku Tempat Sujudku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;     eramuslim - Imam Syafi’i, seorang imam terkenal, profesor fiqih Islam&lt;br /&gt;     terkemuka yang sulit dicari tandingannya, bukanlah berasal dari rumah&lt;br /&gt;     besar dan mewah. Ia lahir dari rumah bersahaja. Begitupun Imam Bukhori,&lt;br /&gt;     penyusun hadits yang luar biasa jasanya bagi dunia, termasuk para mujahid&lt;br /&gt;     Islam kaliber internasional. Mereka bukanlah anak-anak gedongan yang&lt;br /&gt;     hidupnya dikelilingi fasilitas serba wah. Tidak! Mereka adalah anak-anak&lt;br /&gt;     keluarga bersahaja yang hidup dalam rumah-rumah sederhana, tapi terpancar&lt;br /&gt;     di dalamnya semangat penghambaan yang tinggi.&lt;br /&gt;     Rumah kita sekecil apapun luas bangunan dan tanahnya, seharusnya memang&lt;br /&gt;     memiliki kemanfaatan ibadah bagi seluruh anggota keluarga. Artinya di&lt;br /&gt;     samping rumah itu berfungsi sebagai tempat berlindung, setiap ruangnya&lt;br /&gt;     harus merefleksikan fungsi utamanya sebagai sarana ibadah dan pusat&lt;br /&gt;     tarbiyah robbaniyah bagi seluruh anggotanya. Itulah rumah yang aktif dan&lt;br /&gt;     efektif alias rumah yang tidak tidur.&lt;br /&gt;     Sebaliknya, sebesar apapun rumah kita –dengan segala fasilitas yang serba&lt;br /&gt;     glamour-- jika tidak berfungsi sebagai “madrasah robbani” (pusat&lt;br /&gt;     pendidikan) bagi seluruh anggota keluarga, rumah itu adalah rumah yang&lt;br /&gt;     “tidur”. Rumah yang tidak berfungsi optimal sebagai pusat pendidikan yang&lt;br /&gt;     utama dan pertama bagi seluruh anggotanya. Karena keberadaannya tidak&lt;br /&gt;     efektif sebagai pusat pembinaan mental untuk melahirkan kader-kader Islam&lt;br /&gt;     yang tangguh.&lt;br /&gt;     Adalah lumrah, bahwa ketika seseorang mulai merancang atau memilih rumah&lt;br /&gt;     yang akan ditempati, mereka akan melihat kemanfaatan rumah itu secara&lt;br /&gt;     fisik. Bagaimana bentuknya, atau gaya seni arsitektur mana yang lebih&lt;br /&gt;     menarik, Eropa atau Amerika? Berapa jumlah kamar tidur, luas ruang&lt;br /&gt;     tamu/keluarga, luas garasi, ruang dapur, kamar pembantu, kamar mandi, WC,&lt;br /&gt;     di samping fasilitas listrik, telepon, air, dan sebagainya. Bagi orang&lt;br /&gt;     kelebihan duit, faktor luas halaman depan dan belakang, boleh jadi akan&lt;br /&gt;     menjadi pertimbangan untuk membeli/membangun sebuah rumah tinggal.&lt;br /&gt;     Selain itu, faktor pertimbangan lain yang lazim adalah, soal lingkungan.&lt;br /&gt;     Apakah lokasi rumah dekat sekolah, rumah sakit, pasar, pusat perbelanjaaan&lt;br /&gt;     atau pusat keramaian? Ini barangkali yang menjadi sejumlah pertimbangan&lt;br /&gt;     seseorang untuk menempati/ membangun rumah tinggal.&lt;br /&gt;     Jarang atau sedikit barangkali, orang yang berpikir kemanfaatan rumah&lt;br /&gt;     tinggalnya sebagai sarana tarbiyah (pendidikan). Yang berpikir fungsi&lt;br /&gt;     rumahnya sebagai fungsi ibadah dalam arti luas. Agar setiap relung sudut&lt;br /&gt;     rumahnya merefleksikan penghambaan sebuah keluarga pada Penciptanya.&lt;br /&gt;     Sehinga si kepala keluarga tidak sibuk semata-mata memoles atau mengubah&lt;br /&gt;     bentuk bangunannya. Tapi bagaimana ia merancang ruang-ruangnya dalam&lt;br /&gt;     perspektif kemanfaatan ibadahnya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;     Seperti apa contoh rumah yang berfungsi ibadah itu? Konkritnya antara&lt;br /&gt;     lain, misal si pemilik membuat ruang/halaman khusus --jika mampu-- untuk&lt;br /&gt;     kegiatan ibadah (semisal untuk pengajian, tempat sholat, ajang diskusi&lt;br /&gt;     positif/rapat keluarga/sanak-saudara, tempat bermalam bagi&lt;br /&gt;     saudara-saudaranya seiman, dan lain sebagainya). Halaman yang luas yang&lt;br /&gt;     masih tersisa misalnya, bukan semata-mata dijadikan tempat kongkow-kongkow&lt;br /&gt;     membicarakan bisnis. Atau tempat anak-anak mereka nongkrong main gaple,&lt;br /&gt;     atau gitaran sembari menyetel musik-musik keras. Tapi diupayakan kelebihan&lt;br /&gt;     ruang/tanah itu untuk sarana bermain bagi anak-anak tetangga atau siapa&lt;br /&gt;     saja.&lt;br /&gt;     Rumah juga akan bernilai ibadah, bila ornamen-ornamen yang menghiasi&lt;br /&gt;     sudut-sudut ruangnya tidak melambangkan kemaksiatan atau kesombongan&lt;br /&gt;     pemiliknya. Atau melambangkan simbol-simbol yang dilarang Islam, baik&lt;br /&gt;     berupa lukisan, patung, foto atau hiasan lainnya. Misalnya memajang&lt;br /&gt;     foto-foto, kalender, atau poster-poster tokoh-tokoh artis Barat/lokal&lt;br /&gt;     bergaya sensual. Atau gambar-gambar cabul lainnya (na’udzu billah min&lt;br /&gt;     dzalik).&lt;br /&gt;     Sebaliknya kita hiasi ruangan tamu kita dengan cuplikan ayat Al Qur’an&lt;br /&gt;     atau hadits yang isinya mengajak orang untuk bersegera menegakkan sholat,&lt;br /&gt;     bersegera melakukan kebaikan, atau mengingatkan orang pada kematian. Pesan&lt;br /&gt;     mengingat akhirat itu bisa juga kita sampaikan lewat kaset tilawah Al&lt;br /&gt;     Qur’an atau senandung nasyid-nasyid Islami. Begitupun sekat-sekat&lt;br /&gt;     ruangannya, sebisa mungkin ditata sedemikian rupa sehingga tidak membuat&lt;br /&gt;     siapapun yang bertandang, bisa leluasa melihat kehidupan privasi para&lt;br /&gt;     penghuni rumah.&lt;br /&gt;     Hal lain yang patut dicatat adalah, akan lebih baik jika si pemilik rumah&lt;br /&gt;     tidak menyediakan asbak rokok, seraya memasang peringatan dalam ruangan&lt;br /&gt;     tamunya sebuah maklumat bertuliskan “ruangan bebas rokok”.&lt;br /&gt;     Selain itu aspek yang tidak kalah penting untuk memfungsikan rumah sebagai&lt;br /&gt;     pusat ibadah dan tarbiyah adalah, bagaimana membuat agenda-agenda kegiatan&lt;br /&gt;     keluarga di dalam rumah senantiasa berorientasi pada implementasi&lt;br /&gt;     pengabdian kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Aplikasinya tidak sulit. Misalnya&lt;br /&gt;     sepekan sekali sehabis Maghrib sampai ‘Isya wajib tilawah Qur’an bagi&lt;br /&gt;     seluruh anggota keluarga. Subuh tepat waktu harus menjadi agenda rutin&lt;br /&gt;     harian. Atau jika tidak bisa, minimal sepekan sekali seluruh anggota&lt;br /&gt;     keluarga wajib bangun solat subuh tepat waktu. Sepekan atau sebulan, atau&lt;br /&gt;     mungkin dua bukan sekali, kita mengadakan pengajian rutin keluarga. Akan&lt;br /&gt;     lebih baik misalnya, seluruh anggota keluarga komitmen mengadakan lomba&lt;br /&gt;     menghafal Al Qur’an, yang wajib setor hafalannya masing-masing per pekan.&lt;br /&gt;     Dan banyak lagi model ibadah keluarga yang bisa kita kemas dalam&lt;br /&gt;     bentuk-bentuk atraktif lainnya. Pendek kata hari-hari dalam keluarga kita&lt;br /&gt;     seyogyanya berjalan dan berproses secara pasti menuju pada mutu&lt;br /&gt;     penghambaan yang kian berkualitas.&lt;br /&gt;     Hal-hal di atas adalah upaya untuk memfungsikan rumah-rumah kita agar&lt;br /&gt;     bernilai ibadah. Agar fungsinya sebagai madrasah robbbani dapat berjalan&lt;br /&gt;     optimal. Sehingga orientasinya selalu menuju pada keta’atan bukan ma’siat&lt;br /&gt;     kepada Allah swt. Atau setidaknya, rumah kita dapat mencegah timbulnya&lt;br /&gt;     pikiran-pikiran negatif bagi setiap orang yang bertandang ke dalamnya.&lt;br /&gt;     Idealnya, setiap Muslim mestinya mampu memanfaatkan rumahnya untuk menempa&lt;br /&gt;     seluruh anggota keluarga agar menjadi Muslim/Muslimah yang sadar Islam.&lt;br /&gt;     Tempat lahirnya generasi-generasi sadar ibadah, yang sadar dakwah, dan&lt;br /&gt;     sadar berharokah untuk mengantarkan kemenangan Islam dan kaum Muslimin di&lt;br /&gt;     setiap tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;     Mudah-mudahan kita tidak termasuk keluarga yang dicemo’oh Al Qur’an&lt;br /&gt;     sebagai keluarga yang lalai. Yang rumah-rumah kita tak memberi kemanfaatan&lt;br /&gt;     ibadah. Karena rumah-rumah kita tak lebih sebagai onggokan batu bata yang&lt;br /&gt;     “tidur” laksana kuburan. Yang dari dalamnya hanya lahir generasi lalai&lt;br /&gt;     sholat dan pengikut hawa nafsu (Q.S 19:59). Ya Allah, jangan jadikan kami&lt;br /&gt;     termasuk keluarga yang hanya menambah panjang daftar generasi-generasi&lt;br /&gt;     imitasi Barat yang tidak berdaya menghadapi rekayasa jahat musuh-musuh&lt;br /&gt;     Islam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6563904829020102039-4627763832289753266?l=tsalitsaziz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tsalitsaziz.blogspot.com/feeds/4627763832289753266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6563904829020102039&amp;postID=4627763832289753266' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6563904829020102039/posts/default/4627763832289753266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6563904829020102039/posts/default/4627763832289753266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tsalitsaziz.blogspot.com/2008/11/rumahku-tempat-sujudku.html' title='RUMAHKU TEMPAT SUJUDKU'/><author><name>unsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17715761753214295489</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nA70dzJU18/SSDrd91CWmI/AAAAAAAAAAg/uS100YQRuwk/S220/P1014448.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1nA70dzJU18/SSD17JzhyOI/AAAAAAAAABI/gla9FxNGqU4/s72-c/29062008099.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6563904829020102039.post-4336191494261497054</id><published>2008-11-16T20:13:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T20:22:20.278-08:00</updated><title type='text'>WELCOME TO AHLIL BAIT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1nA70dzJU18/SSDxMsZeN_I/AAAAAAAAABA/-BGpWidqi5I/s1600-h/10.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 227px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1nA70dzJU18/SSDxMsZeN_I/AAAAAAAAABA/-BGpWidqi5I/s320/10.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269476764402202610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;Assalamu alaikum Warrohmatullohi Wabarikatuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;saya ucapkan selamat datang kepada anda semua yang sudah berkunjung di blog &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;http://tsalitsaziz.blogspot.com&lt;/span&gt; saya do'akan semoga anda senantiasa ada dalam perlindungan Allah Dan di luas kan rejekinya Amin Yaa Rabbal Alamiiiin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;Mohon maaf kepada para pengunjung apabila ada kesalahan atau kata yang kurang berkenan nantinya, yang namanya manusia adalah tempat salah dan khilaf semoga saja blog ini selalu memberikan manfaat kepada Orang lain khususnya saya pribadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6563904829020102039-4336191494261497054?l=tsalitsaziz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tsalitsaziz.blogspot.com/feeds/4336191494261497054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6563904829020102039&amp;postID=4336191494261497054' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6563904829020102039/posts/default/4336191494261497054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6563904829020102039/posts/default/4336191494261497054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tsalitsaziz.blogspot.com/2008/11/welcome-to-ahlil-bait.html' title='WELCOME TO AHLIL BAIT'/><author><name>unsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17715761753214295489</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nA70dzJU18/SSDrd91CWmI/AAAAAAAAAAg/uS100YQRuwk/S220/P1014448.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1nA70dzJU18/SSDxMsZeN_I/AAAAAAAAABA/-BGpWidqi5I/s72-c/10.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
